forsimap

Arsitektur Islam

In Rakhmat Fitranto Aditra on May 19, 2013 at 2:11 pm

*disampaikan oleh Rakhmat Fitranto Aditra

Sabtu, 2 Maret 2013

Materi:

Beberapa contoh penerapan Islam dalam Arsitektur:

  1. Larangan melukis makhluk hidup.
    Pada zaman kekhalifahan sampai ke masa Abbasiyah, tidak ditemukan gambar hewan dan manusia. Meski masa Muawiyah dan Abbasiyah banyak menyadur arsitektur lokal sebelum sebelum islam masuk, ukiran-ukiran dan gambar hewan atau manusia diganti dengan tumbuhan.
    Namun kejanggalan terjadi di jaman Ottoman (kalau gak salah), yaitu di taman alhambra. Lebih spesifik lagi patung singa. Kata dosen saya, meski patung singa, wujud singanya tidak terlalu kentara. Disimpulkan, pada masa itu dianggap boleh membuat patung atau gambar makhluk hidup selama wujudnya dibuat tidak jelas seperti aslinya. Gitu katanya.
  2. WC
    WC tidak sesumbu dengan kiblat. “Apabila seseorang dari kamu buang air (besar atau kecil) janganlah menghadap atau membelakangi kiblat. Menghadaplah ke Timur atau ke barat.” (HR Imam Bukhari).
    WC dipisah dengan kamar mandi. “Sesungguhnya Rasulullah melarang buang air kecil di tempat mandi. Dan ia bersabda bahwa banyak was-was (ragu-ragu adalah karena sebab tersebut.” (HR. Imam Ahmad, Nasa’i, Ibnu Majah dan Tirmidzi)
    Tapi ada hadits dari Imam Bukhari yang mangatakan “Abdullah bin Umar ra. menceritakan: “Saya naik loteng ke rumah Hafsah untuk suatu keperluan, kelihatan olehku Rasulullah SAW sedang buang air membelakangi kiblat dan menghadap ke Syam.” Sehingga disimpulkan menghadap atau membelakangi kiblat masih bisa selama didalam ruangan.
  3. Rumah sebagai tempat privasi.
    Banyak hadits dan surat yang menjelaskan privasi dalam masjid. contohnya: QS An-Nur 27-28 dan 58)
    Imam Maliki tidak membolehkan adanya bukaan pintu tepat di depan pintu yang lainnya atau dekat dengannya. Imam Malik menyatakan bahwa: “Jika ini menyebabkan dia (pemilik pintu yang ada sebelumnya) suatu kerugian/gangguan (haram) seperti masuk atau keluar (dari pintu yang baru) yang dapat melihat apa yang ada di belakang/dibalik pintu yang telah ada sebelumnya, maka dia wajib dijaga dari kemungkinan hal tersebut.”

Diskusi:

  1. Nila: wujud patung tersebut terlihat utuh seperti singa atau tidak?
    Rakhmat: utuh. cuma aneh bentuknya, lebih mirip anjing.
    Nila: bukannya yang terkena hukum syar’i adalah apakah patung tersebut makhluk hidup yang memiliki ruh atau bukan. Jadi permasalahannya bukan singa atau anjingnya. bagaimana?
    Rakhmat: iya. betul. yang patung singa itu dianggap tidak melawan hadis karena sangking tidak miripnya dengan singa, anjing ataupun makhluk lain. jadi tidak merepresentasikan makhluk apapun. Tapi, kalo saya jadi arsitek, ya ambil amannya. Kita tidak bisa mengambil si zaman turki sebagai referensi utama..
    Nila: setuju. karena yang jadi pedoman tetaplah Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
    Nila: Saya mau tanya. Apakah boleh menggambar kartun yang punya karakteristik seperti makhluk hidup tapi tidak ada di kenyataan?
    Rakhmat: Kayak komik ya? Saya juga gak tau. BD
    Nila: Iya, menurut yang pernah saya pelajari. Asal gambar tersebut punya karakteristik seperti makhluk hidup, maka itu tidak diperbolehkan. Sebentar, barangkali bisa saya cantumkan keterangan mengenai hal tersebut.
    Hanifah: dalam hal desain, saya pernah tanya ke ust, tentang bolek tidaknya mencantumkan gambar dalam desain untuk kebutuhan skala proporsi. katanya boleh jika hanya berupa siluet, misal kayak di sketchup berupa siluet hitam, itu boleh.
    Nila: yang tidak boleh itu perupaan wajahnya mbak. CMIIW. Bahkan ada yang berpendapat menggunakan emoticon itu lebih baik dihindari. Namun ada perbedaan pendapat. Jadi monggo pilih pendapat yang paling mendekati sunnah.
  2. Reza: ane pernah denger hadits yang intinya: “umar lagi benerin atap (intinya gitu lah) rumahnya hafshah (adik umar, istri nabi saw), trus ga sengaja melihat rasuluLlah sdg bab menghadap ka’bah” itu gimana?
    Rakhmat: lebih benarnya bukan umar, tapi anaknya (Abdullah ibnu Umar) dan bukan menghadap tapi, membelakangi. dan menghadap syam.. Terlepas dari itu, saya memang jadi tidak yakin dengan aturan ini. kalo kata dosen saya, selama didalam ruangan tidak apa-apa.
    Reza: oh, berarti asal ga langsung menghadap ka’bah ya? (dihalangi dinding)
    Rakhmat: iya kata dosen.
    Nila: Boleh kasih masukan tidak? Berhubung diskusi ini berhubungan dengan Islam, jadi lebih baik dilandaskan sama hadits yang berkaitan saja.
    Rakhmat: iya. Jadi perbedaan antara hadits yang menganjurkan menghadap kiblat dengan satu hadis lagi yang menyatakan Rasul sedang bab menghadap kiblat, adalah rasul sedang bab-nya didalam ruangan, sehingga disimpulkan menghadap atau membelakangi kiblat masih bisa selama didalam ruangan.
    Nila: Hmm, berhubung saya tidak memahami masalah ini, saya pengen tanya bagaimana cara menyimpulkan bolehnya (maaf) BAB menghadap atau membelakangi kiblat masih bisa selama didalam ruangan? Mohon pencerahannya.
    Rakhmat: hmmm. jadi, ada hadits Imam Bukhari yang menjelaskan Abdullah ibnu Umar melihat rasul sedang bab menghadap kiblat ketika dia sedang naik ke loteng rumah Hafshah.

* Data Pembicara: Rakhmat Fitranto Aditra | ma2tfa@yahoo.co.id | Arsitektur | Institut Teknologi Bandung | Kepala Sektor Internal gARis ITB (2011) dan Ketua Divisi Kajian IMA Gunadharma (2011) | Kuliah S2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: